OTOCUANNEWS.ID | Mudik Lebaran selalu jadi momen “kerja rodi” bagi kendaraan, termasuk mobil listrik. Perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer, kondisi lalu lintas padat, hingga perubahan cuaca ekstrem membuat komponen bekerja lebih keras dari biasanya.
Hal ini juga berlaku pada lini mobil listrik dari brand China seperti BYD, Chery, hingga GAC Aion yang kini semakin banyak digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Setelah dipakai mudik, perawatan bukan sekadar formalitas, tapi penting untuk menjaga performa, efisiensi, dan umur pakai kendaraan tetap optimal.
- Jangan Langsung “Ditinggal”, Cek Kondisi Baterai
Baterai adalah “jantung” mobil listrik. Setelah perjalanan panjang, penting untuk memastikan kondisinya tetap stabil.
Idealnya:
Hindari langsung meninggalkan mobil dalam kondisi baterai terlalu kosong (<20%)
Jangan juga langsung diisi hingga 100% jika tidak akan digunakan dalam waktu dekat
Posisi aman untuk penyimpanan adalah di kisaran 30–80%.
Jika mobil digunakan secara intens selama mudik (fast charging berkali-kali), ada baiknya memberi waktu “cool down” sebelum kembali diisi daya. - Cek Riwayat Charging & Suhu Baterai
Beberapa model seperti BYD Atto 3 atau Chery Omoda E5 sudah dilengkapi sistem monitoring baterai.
Perhatikan:
Riwayat fast charging (DC) selama perjalanan
Suhu baterai (battery temperature)
Konsumsi energi (kWh/km)
Jika terasa ada penurunan performa atau konsumsi jadi boros, bisa jadi baterai perlu kalibrasi ulang atau pengecekan di bengkel resmi. - Bersihkan Kolong Mobil
Perjalanan mudik identik dengan:
Jalan berdebu
Genangan air
Lumpur di rest area atau jalur alternatif
Kolong mobil listrik menyimpan banyak komponen penting, termasuk baterai pack (yang biasanya dilindungi casing).
Membersihkan bagian bawah mobil:
Mencegah korosi
Menjaga sistem pendingin baterai tetap optimal
Menghindari kotoran menumpuk di area sensor - Periksa Ban dan Suspensi
Mobil listrik cenderung lebih berat karena baterai, sehingga tekanan pada ban lebih besar.
Setelah mudik:
Cek tekanan ban (biasanya sedikit turun)
Periksa keausan (uneven wear)
Pastikan tidak ada benjolan akibat jalan rusak
Suspensi juga perlu diperhatikan, apalagi jika melewati jalur non-tol atau jalan bergelombang. - Update Software (Bila diperlukan)
Mobil listrik modern, terutama dari brand China, sangat bergantung pada software.
Beberapa model seperti BYD Seal atau lini terbaru Chery sudah mendukung:
OTA (Over-The-Air update)
Kalibrasi sistem energi
Optimalisasi driving efficiency
Setelah perjalanan panjang, update software bisa membantu mengembalikan performa sistem ke kondisi optimal. - Cek Sistem Rem (Regenerative + Mekanis)
Mobil listrik menggunakan sistem regenerative braking, tapi rem konvensional tetap bekerja.
Setelah perjalanan jauh:
Pastikan rem tidak bunyi
Cek respons pedal
Periksa kampas rem
Karena sering terbantu regenerative braking, justru ada potensi rem mekanis jarang dipakai dan bisa “kurang optimal”. - Perhatikan Konsumsi Energi Pasca Mudik
Bandingkan konsumsi sebelum dan sesudah mudik.
Jika:
Konsumsi listrik terasa lebih boros
Jarak tempuh menurun signifikan
Bisa jadi ada faktor:
Tekanan ban berubah
Beban kendaraan meningkat
Atau sistem belum kembali optimal - Gunakan Mode Berkendara yang Tepat
Setelah mudik, banyak pengguna tetap memakai mode “sport” atau “power”.
Padahal untuk harian:
Gunakan mode eco / normal
Maksimalkan regenerative braking
Hindari akselerasi agresif
Ini penting untuk menjaga efisiensi tetap optimal.
EV Bukan Tanpa Perawatan
Mobil listrik memang minim perawatan dibanding mobil konvensional, tapi bukan berarti bebas perawatan.
Justru setelah perjalanan panjang seperti mudik, perhatian ekstra diperlukan agar:
Baterai tetap awet
Efisiensi tetap terjaga
Performa tidak menurun
Dengan perawatan sederhana namun tepat, mobil listrik—termasuk dari brand China—bisa tetap jadi solusi mobilitas yang efisien, bahkan setelah menempuh ribuan kilometer perjalanan. ***
