OTOCUANNEWS.ID – GAC Group melalui model AION UT menunjukkan langkah konkret dengan mengantongi dua sertifikasi internasional sekaligus terkait sistem pengisian daya. Dua pengakuan global tersebut adalah CCTA Global Charging Compatibility Proficiency Test (European Standard) serta TÜV SÜD New Energy Vehicle Charging Compatibility Function Certification.
Keduanya menjadi standar penting yang memastikan kendaraan listrik dapat melakukan pengisian daya secara aman, stabil, dan kompatibel di berbagai jaringan charging dunia.
Bagi pengguna kendaraan listrik, kompatibilitas charging bukan isu sepele. Perbedaan standar di berbagai negara sering kali membuat mobil listrik tidak bisa langsung terhubung dengan semua stasiun pengisian.
Melalui serangkaian pengujian global, AION UT membuktikan bahwa sistem pengisiannya telah melewati uji interoperabilitas lintas standar. Artinya, mobil ini dirancang untuk dapat beradaptasi dengan berbagai jenis charging pile internasional, baik untuk penggunaan di rumah maupun di stasiun pengisian publik.
Dengan kata lain, AION UT tidak hanya siap digunakan di Indonesia, tetapi juga relevan untuk mobilitas lintas negara—sebuah nilai tambah yang jarang dimiliki model di kelasnya.
Tak hanya unggul dari sisi teknologi charging, AION UT juga menawarkan performa yang cukup kompetitif untuk penggunaan harian.
Hatchback listrik ini dibekali motor penggerak roda depan dengan tenaga 201 hp dan torsi 210 Nm. Karakter tenaga yang instan membuat akselerasi terasa halus namun tetap responsif, terutama untuk kondisi lalu lintas perkotaan.
Sementara itu, baterai berkapasitas 60 kWh memungkinkan mobil ini menempuh jarak hingga 500 km (NEDC) dalam sekali pengisian penuh. Angka ini menjadi salah satu daya tarik utama, terutama bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik tanpa rasa “range anxiety”.
Menariknya, tingkat efisiensi energi AION UT juga tergolong impresif, dengan konsumsi sekitar 11 kWh per 100 km, menjadikannya salah satu yang efisien di kelasnya.
Keunggulan lain terletak pada sistem pengelolaan baterai. AION UT dibekali Battery Management System (BMS) yang bekerja secara real-time untuk mengatur suhu, arus, dan tegangan.
Sistem ini memastikan baterai tetap bekerja optimal sekaligus menjaga keamanan dalam berbagai kondisi penggunaan.
Tak hanya itu, GAC juga menyematkan teknologi Magazine Battery, yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap panas berlebih serta meminimalkan risiko kegagalan baterai.
Kombinasi teknologi ini memberikan rasa aman lebih bagi pengguna, terutama di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia.
Dalam hal pengisian daya, AION UT sudah mendukung teknologi fast charging hingga 87 kW. Dengan kemampuan ini, waktu pengisian dapat dipangkas secara signifikan, sehingga kendaraan tetap siap digunakan dalam waktu singkat.
Hal ini menjadi penting, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan kendaraan selalu dalam kondisi siap jalan.
Dengan dukungan kompatibilitas global dan pengisian cepat, AION UT menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih praktis dan fleksibel dibandingkan generasi awal kendaraan listrik.
Kehadiran AION UT dengan dua sertifikasi internasional ini menjadi sinyal bahwa persaingan kendaraan listrik kini tidak lagi hanya soal jarak tempuh atau harga.
Faktor seperti kompatibilitas charging, keamanan baterai, hingga kesiapan global mulai menjadi penentu utama dalam memilih kendaraan listrik.
Dengan kombinasi teknologi, efisiensi, dan standar internasional, AION UT hadir bukan hanya sebagai mobil listrik, tetapi sebagai solusi mobilitas masa depan yang lebih siap, baik untuk hari ini maupun untuk kebutuhan global ke depan. ***
