OTOCUANNEWS.ID – Pasar kendaraan niaga di Indonesia memasuki babak baru. Foton resmi menghadirkan eTunland, pickup double cabin bertenaga listrik yang siap menjadi game changer di kelasnya.
Peluncuran eTunland bukan sekadar menghadirkan model baru, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa elektrifikasi mulai menyasar kendaraan kerja, segmen yang selama ini dikenal paling “konservatif”. Dengan kebutuhan operasional yang tinggi, efisiensi dan keandalan menjadi kunci. Di sinilah Foton melihat peluang besar.
Secara tampilan, eTunland masih mempertahankan DNA khas double cabin: bodi besar, ground clearance tinggi, dan bak belakang yang siap mengangkut berbagai kebutuhan logistik. Namun di balik tampilannya yang “konvensional”, tersembunyi teknologi yang benar-benar baru.
Foton tidak hanya merancang eTunland untuk jalan aspal, tetapi juga untuk medan berat seperti proyek konstruksi, perkebunan, hingga pertambangan. Sistem penggerak 4×4 memastikan tenaga tersalurkan ke seluruh roda, memberikan traksi maksimal saat menghadapi jalan licin atau berbatu.
Ini penting, karena kendaraan niaga tidak hanya dituntut kuat, tetapi juga harus bisa diandalkan di segala kondisi.
Hal yang membuat eTunland berbeda adalah jantung pacunya. Pickup ini tidak lagi mengandalkan mesin diesel, melainkan dua motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan hingga sekitar 335 hp dan torsi 516 Nm.
Angka ini bukan hanya besar di atas kertas. Karakter motor listrik yang memberikan torsi instan membuat eTunland terasa jauh lebih responsif dibanding pickup diesel konvensional, terutama saat membawa beban atau menanjak.
Akselerasi dari 0–100 km/jam bisa dicapai dalam waktu kurang dari 10 detik—angka yang bahkan sulit dicapai oleh banyak double cabin bermesin diesel.
Di sisi lain, kemampuan menanjak hingga 40 persen menunjukkan bahwa eTunland tetap mempertahankan karakter “pekerja keras” yang dibutuhkan di lapangan.
Untuk mendukung aktivitas sehari-hari, eTunland dibekali baterai berkapasitas sekitar 88 kWh. Dalam sekali pengisian penuh, pickup listrik ini mampu menempuh jarak hingga 350 km.
Angka tersebut cukup untuk kebutuhan operasional harian di dalam kota maupun area proyek. Apalagi, pengisian daya kini semakin fleksibel.
Dengan fast charging, baterai dapat diisi dari 20 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 40 menit. Sementara untuk pengisian AC di depot atau rumah, waktu yang dibutuhkan sekitar 11 jam.
Bagi perusahaan dengan pola operasional terjadwal, skema ini justru bisa lebih efisien dibanding harus rutin mengisi bahan bakar setiap hari.
Menariknya, eTunland tidak lagi terasa seperti kendaraan kerja “kaku”. Kabinnya dirancang lebih modern, bahkan mendekati mobil penumpang.
Terdapat dua layar besar berukuran 12,3 inci yang menggabungkan fungsi panel instrumen dan sistem infotainment. Material soft-touch dan jok berbalut kulit juga memberikan kenyamanan lebih bagi pengemudi.
Pendekatan ini penting, mengingat banyak kendaraan niaga digunakan dalam durasi panjang. Kenyamanan kini menjadi bagian dari produktivitas.
Harga
Di Indonesia, Foton eTunland dipasarkan dengan harga sekitar Rp 780 juta (OTR Jakarta)
Jika dibandingkan dengan double cabin diesel konvensional, angka ini memang terlihat lebih tinggi. Namun, jika dihitung dari sisi biaya operasional, potensi efisiensinya bisa jauh lebih besar dalam jangka panjang. ***
