Wuling Eksion PHEV: SUV Hybrid Rasa EV

OTOCUANNEWS. ID | Di tengah naiknya harga BBM dan semakin ramainya pilihan kendaraan elektrifikasi, Wuling Eksion PHEV muncul sebagai alternatif baru yang menarik di segmen SUV keluarga.

Bukan sekadar hybrid biasa, Eksion membawa teknologi plug-in hybrid (PHEV) yang memungkinkan mobil ini digunakan layaknya kendaraan listrik untuk harian, namun tetap punya “backup” mesin bensin untuk perjalanan jauh.

Pendekatan ini membuat Eksion PHEV terasa relevan untuk pasar Indonesia—di mana kebutuhan efisiensi tinggi bertemu dengan realita infrastruktur charging yang belum merata.

Hybrid yang Bisa “Hidup Tanpa Bensin”
Berbeda dengan hybrid konvensional, Eksion PHEV menawarkan fleksibilitas lebih. Dalam kondisi baterai penuh, mobil ini bisa berjalan dalam mode listrik murni hingga sekitar 100–125 km. Artinya, untuk penggunaan harian seperti kantor–rumah, konsumsi bensin bisa ditekan hingga nol.

Di balik sistem tersebut, Wuling mengombinasikan mesin bensin 1.5L dengan motor listrik bertenaga besar melalui sistem transmisi hybrid khusus (DHT). Total outputnya membuat mobil tetap responsif, dengan karakter akselerasi halus khas mobil listrik.

Ketika baterai habis, mesin bensin akan bekerja secara otomatis—bukan hanya membantu, tapi memastikan mobil tetap bisa melaju tanpa drama mencari SPKLU. Inilah yang membuat Eksion PHEV terasa seperti “EV tanpa rasa khawatir”.

SUV 7-Seater
Sebagai SUV medium, Eksion PHEV tidak melupakan DNA mobil keluarga Indonesia. Dimensinya yang panjang mendekati 4,7 meter menghadirkan kabin lega dengan konfigurasi 7 penumpang.

Baris kedua dan ketiga dirancang cukup fleksibel, cocok untuk kebutuhan harian hingga perjalanan mudik. Ditambah panoramic sunroof dan desain interior modern, suasana kabin terasa lebih lapang dan nyaman.

Ini penting, karena di segmen ini, konsumen tidak hanya mencari efisiensi, tapi juga kenyamanan seluruh anggota keluarga.

Fitur Lengkap
Masuk ke fitur, Wuling tidak setengah-setengah. Eksion PHEV dibekali berbagai teknologi yang membuatnya terasa “worth it” di kelasnya.
Kenyamanan & Teknologi
Panoramic sunroof
Layar infotainment modern
Keyless entry & push start button
Wuling IoV (konektivitas pintar)
Climate control otomatis
Keselamatan (ADAS)
Adaptive Cruise Control
Lane Keep Assist
Autonomous Emergency Braking
Blind Spot Monitoring
6 airbag + ISOFIX

Kehadiran ADAS ini menjadi nilai penting, terutama untuk perjalanan jauh di tol—membantu pengemudi tetap rileks sekaligus meningkatkan keamanan.

Efisiensi
Dengan kombinasi baterai dan mesin bensin, Eksion PHEV mampu mencatat total jarak tempuh lebih dari 1.000 km. Ini menjadikannya salah satu SUV elektrifikasi paling efisien di kelasnya.

Dalam skenario ideal, pengguna bisa:
Pakai listrik untuk harian (hemat BBM)
Gunakan bensin untuk perjalanan jauh (tanpa khawatir)

Kombinasi ini membuat biaya operasional jauh lebih rendah dibanding SUV konvensional berbahan bakar murni.

Harga
Di Indonesia, Wuling memasarkan Eksion PHEV dalam dua varian:
PHEV CE: Rp 449 juta
PHEV EX: Rp 499 juta (OTR Jakarta)

Dengan harga tersebut, Eksion PHEV berada di tengah segmen SUV hybrid, namun menawarkan teknologi yang lebih “advance” dibanding hybrid biasa.

Masuknya Eksion PHEV membuat peta persaingan SUV hybrid semakin menarik. Selama ini, segmen ini didominasi oleh pemain Jepang dengan pendekatan hybrid konvensional. ***

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here