OTOCUANEWS – Mudik menggunakan mobil listrik kini bukan lagi sekadar wacana. Infrastruktur pengisian daya di sepanjang ruas Tol Trans Jawa terus berkembang dan semakin memudahkan perjalanan jarak jauh, termasuk bagi pemilik mobil listrik asal China yang saat ini mulai mendominasi pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik seperti BYD Atto 3, Chery Omoda E5, Wuling BinguoEV, hingga MG 4 EV, jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur tol utama Jawa pun diperbanyak.
Sepanjang koridor Tol Trans Jawa, dari wilayah Jakarta hingga Jawa Timur, kini sudah tersedia puluhan SPKLU yang ditempatkan di berbagai rest area strategis. Mayoritas fasilitas ini disediakan oleh PLN bekerja sama dengan pengelola jalan tol seperti Jasa Marga.
Rest Area Tol Jakarta–Cikampek Jadi Titik Awal Penting
Bagi pemudik yang memulai perjalanan dari Jakarta, beberapa SPKLU penting berada di ruas Tol Jakarta–Cikampek. Rest area seperti KM 19, KM 39, KM 42, hingga KM 57 menjadi lokasi favorit untuk pengisian daya awal sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jawa Tengah.
Rest Area KM 57A bahkan menjadi salah satu titik paling strategis karena dilengkapi fast charging hingga 200 kW, memungkinkan pengisian baterai dari sekitar 20 persen ke 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30–40 menit, tergantung kapasitas baterai kendaraan.
Selain itu, rest area KM 62B juga menjadi alternatif populer bagi pengguna kendaraan listrik yang ingin menghindari antrean pengisian di KM 57.
SPKLU Tersebar Hingga Jawa Tengah
Memasuki ruas Tol Cipali dan jalur menuju Jawa Tengah, jaringan SPKLU kembali tersedia di sejumlah rest area besar. Beberapa titik yang sering menjadi lokasi pengisian daya antara lain Rest Area KM 72, KM 88, dan KM 102 di Tol Cikopo–Palimanan.
Kemudian, pemudik juga dapat memanfaatkan SPKLU di kawasan Banjaratma Heritage KM 260B, yang dikenal sebagai salah satu rest area terbesar dan paling ramai di jalur mudik. Lokasi ini kerap menjadi tempat istirahat sekaligus pengisian daya bagi kendaraan listrik sebelum perjalanan dilanjutkan menuju Semarang atau Solo.
Di wilayah Jawa Tengah sendiri, fasilitas pengisian daya juga tersedia di beberapa rest area di ruas Tol Batang–Semarang, seperti KM 360, KM 379, hingga KM 391.
Jalur Menuju Jawa Timur Semakin Aman untuk EV
Bagi pemudik yang melanjutkan perjalanan hingga Jawa Timur, jaringan SPKLU juga sudah tersedia di beberapa rest area di ruas Tol Semarang–Solo, Solo–Ngawi, hingga Ngawi–Kertosono.
Titik-titik seperti KM 456, KM 487, KM 519, hingga KM 575 menjadi lokasi strategis untuk melakukan pengisian ulang baterai sebelum melanjutkan perjalanan menuju Surabaya atau kota lain di Jawa Timur.
Dengan pola penyebaran seperti ini, jarak antar SPKLU di Tol Trans Jawa rata-rata berada pada kisaran 80 hingga 120 kilometer, jarak yang relatif aman bagi sebagian besar mobil listrik modern yang memiliki daya jelajah di atas 400 kilometer.
Kompatibel dengan Mobil Listrik China
Menariknya, hampir seluruh SPKLU di Indonesia menggunakan standar konektor CCS2 dan AC Type 2, yang juga menjadi standar pada mayoritas mobil listrik asal China yang dipasarkan di Indonesia.
Artinya, kendaraan seperti BYD Seal, BYD Dolphin, Neta V, hingga Aion Y Plus dapat langsung melakukan pengisian daya tanpa memerlukan adaptor tambahan.
Dengan dukungan fast charging yang umumnya berada di kisaran 50 kW hingga 200 kW, sebagian besar kendaraan listrik dapat kembali melanjutkan perjalanan setelah berhenti sekitar setengah jam.
Mudik Mobil Listrik Semakin Realistis
Melihat semakin rapatnya jaringan SPKLU di Tol Trans Jawa, perjalanan mudik menggunakan mobil listrik kini semakin realistis dilakukan. Pengguna kendaraan listrik tidak lagi harus khawatir mencari titik pengisian daya, karena hampir setiap segmen perjalanan kini sudah memiliki fasilitas charging.
Bagi pemilik mobil listrik China yang tengah naik daun di pasar Indonesia, kondisi ini tentu menjadi kabar baik. Dengan teknologi baterai yang semakin efisien dan jaringan pengisian yang semakin luas, mobil listrik kini bukan hanya kendaraan perkotaan, tetapi juga siap menemani perjalanan jauh lintas provinsi saat musim mudik tiba.
Daftar SPKLU di Sepanjang Tol Trans Jawa (untuk pemudik mobil listrik)
- Ruas Jabodetabek – Karawang
Tol Jagorawi
Rest Area KM 10A – DC 60 kW
Rest Area KM 21B – DC 50 kW
Rest Area KM 45A – DC 60 kW
Tol Jakarta – Tangerang
Rest Area KM 13A – DC 60 kW
Rest Area KM 14B – AC & DC 82,5 kW
Tol Jakarta – Cikampek
Rest Area KM 6B – AC 22 kW / DC 25 kW / DC 200 kW
Rest Area KM 19A – DC 50 kW
Rest Area KM 19B – DC 50 kW
Rest Area KM 39A – DC 50 kW
Rest Area KM 42B – DC 50 kW
Rest Area KM 57A – AC 22 kW / DC 50 kW / DC 200 kW
Rest Area KM 62B – AC 22 kW / DC 50 kW / DC 200 kW
KM 57A dan KM 62B dikenal sebagai salah satu titik favorit karena ada ultra fast charging hingga 200 kW.
- Ruas Cipali – Cirebon – Brebes
Tol Cikopo – Palimanan (Cipali)
Rest Area KM 72A
Rest Area KM 88A
Rest Area KM 102A
Tol Palikanci
Rest Area KM 207A
Rest Area KM 208B
Tol Kanci – Pejagan
Rest Area KM 228A
Rest Area KM 229B
- Ruas Jawa Tengah
Tol Pejagan – Pemalang
Rest Area KM 260B (Banjaratma Heritage)
Rest Area KM 275A
Rest Area KM 282B
Tol Batang – Semarang
Rest Area KM 360B
Rest Area KM 379A
Rest Area KM 389B
Rest Area KM 391A
- Ruas Semarang – Solo – Jawa Timur
Tol Semarang – Solo
Rest Area KM 429A
Rest Area KM 456A / 456B
Rest Area KM 487A / 487B
Tol Solo – Ngawi
Rest Area KM 519A / 519B
Rest Area KM 538A / 538B
Rest Area KM 575A / 575B
Tol Jawa Timur
Rest Area KM 597A / 597B (Ngawi–Kertosono)
Rest Area KM 725A (Surabaya–Mojokerto)
Rest Area KM 753B (Surabaya–Gempol)
Secara teknis sangat kompatibel, karena hampir semua SPKLU di Indonesia memakai:
Standar CCS2 (fast charging)
AC Type 2
Standar ini digunakan oleh hampir semua mobil listrik China di Indonesia seperti:
BYD (Atto 3, Seal, Dolphin, Atto 1)
Chery (Omoda E5, J6)
Wuling (Air EV, BinguoEV)
Neta V / Neta X
MG 4 EV
Aion Y Plus
Artinya pengguna mobil listrik China bisa langsung plug-and-charge tanpa adaptor. ***
