Wuling Eksion Diperkenalkan di IIMS 2026

JAKARTA — Persaingan SUV elektrifikasi asal China di Indonesia kian padat, khususnya di segmen plug-in hybrid (PHEV). Merespons kondisi tersebut, Wuling Motors memperkenalkan Wuling Eksion di ajang Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS 2026), Kamis (5/2/2026), dengan pendekatan strategi ganda: EV murni dan PHEV dalam satu model.

Langkah ini memperlihatkan arah Wuling yang tidak hanya fokus pada elektrifikasi penuh, tetapi juga membaca realitas pasar Indonesia yang masih berada di fase transisi. Eksion diposisikan sebagai SUV keluarga 7-seater yang menawarkan fleksibilitas teknologi, di tengah makin banyaknya SUV PHEV China yang bersaing lewat klaim jarak tempuh dan efisiensi.

Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian mengatakan, Eksion menjadi inovasi terbaru Wuling untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan dan kepraktisan.

“Pada ajang ini kami memperkenalkan Wuling Eksion, SUV dengan teknologi elektrifikasi yang siap menemani berbagai aktivitas keluarga di Indonesia,” ujar Ricky saat IIMS 2026.

Dari sisi desain, Eksion mengusung konsep Muscular Flowline Design dengan karakter tegas dan modern. Pendekatan ini menyasar konsumen keluarga yang menginginkan SUV berpenampilan gagah, namun tetap fungsional untuk penggunaan harian.

Secara dimensi, Eksion memiliki panjang 4,7 meter, lebar 1,8 meter, dan tinggi 1,7 meter. Proporsi tersebut menempatkannya sejajar dengan deretan SUV PHEV China lain yang menyasar segmen menengah, sekaligus menonjolkan keunggulan ruang kabin luas untuk tujuh penumpang.

Yang menjadi pembeda, Wuling menawarkan dua pendekatan elektrifikasi dalam satu nama produk. Varian EV murni dibekali teknologi Magic Battery Pro dengan klaim jarak tempuh hingga 530 kilometer. Sementara varian plug-in hybrid mengusung sistem Ling Power dengan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 kilometer.

Pendekatan ini dinilai sebagai strategi Wuling untuk menghindari persaingan satu dimensi di segmen PHEV, sekaligus memberi konsumen opsi sesuai kebutuhan dan kesiapan infrastruktur.

“Untuk varian plug-in hybrid, total jarak tempuhnya bisa mencapai lebih dari 1.000 kilometer,” kata Ricky.

Meski telah diperkenalkan, Wuling menegaskan bahwa Eksion masih berada pada tahap pengenalan pasar. Harga jual belum diumumkan, namun kehadirannya memberi sinyal bahwa Wuling bersiap masuk lebih agresif ke arena SUV elektrifikasi yang kini didominasi merek China dengan strategi serupa.

“Pada IIMS 2026, Wuling Eksion masih tahap pengenalan ke pasar Indonesia, sehingga harga belum dapat kami sampaikan,” ujar Ricky.

Dengan Eksion, Wuling tampak memilih jalur pragmatis: menawarkan EV dan PHEV sekaligus untuk menjangkau konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke listrik murni, sekaligus menghadapi tekanan kompetisi dari sesama SUV elektrifikasi asal China yang kian ketat di Indonesia.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here