JAKARTA — BYD Motor Indonesia memilih langkah evolutif untuk menjaga momentum salah satu model terlarisnya. Di ajang Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS 2026), BYD resmi menghadirkan Atto 3 Advance Plus, varian baru yang ditujukan bagi konsumen yang menginginkan rasa “naik kelas” tanpa harus berpindah model.
Strategi ini diambil di tengah semakin padatnya persaingan SUV listrik, di mana konsumen mulai menuntut lebih dari sekadar jarak tempuh dan harga. Atto 3 sendiri telah menjadi tulang punggung BYD di Indonesia. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales Atto 3 sepanjang 2025 mencapai 2.991 unit.
Sebelumnya, BYD Atto 3 dipasarkan dalam varian Standard Range dengan harga Rp 390 juta on the road (OTR) Jakarta. Kehadiran Advance Plus membuat konsumen kini memiliki opsi di antara segmen mass dan premium.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, varian terbaru ini lahir dari pembacaan respons pasar terhadap Atto 3.
“Kami memperkenalkan BYD Atto 3 Advance Plus dengan fitur yang semakin disempurnakan, untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan aman, khususnya bagi penggemar SUV,” ujar Luther saat peluncuran.
Secara fitur, Atto 3 Advance Plus mendapat peningkatan signifikan. Varian ini dibekali head unit 15,6 inci, wireless phone charger di baris pertama, serta sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). BYD juga menyematkan pelek 18 inci, power tailgate, dan panoramic sunroof untuk memperkuat kesan premium.
Menurut Luther, penambahan varian ini dilakukan dengan strategi matang agar tidak memakan pasar varian standar.
“Kami melihat respons market dan kebutuhan segmen tertentu. Karena BYD berbasis teknologi dan inovasi, semua teknologi kami miliki sendiri. Tinggal bagaimana menyematkannya, tapi tetap harus hati-hati secara pricing agar tidak terjadi kanibalisasi,” kata Luther.
BYD Atto 3 Advance Plus dipasarkan dengan harga Rp 415 juta (OTR Jakarta), atau selisih sekitar Rp 25 juta dari varian Standard Range. Dengan banderol tersebut, BYD menawarkan pilihan bagi konsumen yang menginginkan SUV listrik lebih lengkap fiturnya tanpa melompat terlalu jauh ke segmen harga yang lebih tinggi.
Langkah ini sekaligus menegaskan strategi BYD menjaga daya tarik Atto 3: bukan dengan mengganti model, melainkan memperkaya pilihan sesuai kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
